Etika Bisnis dan Profesi
Manusia dan Alam Semesta
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan memperoleh pencerahan tentang :
a. Hakikat keberadaan alam semesta.
b. Hakikat manusia dan tujuan umat manusia hidup d dunia.
c. Hakikat kecerdasan dan kesadaran diri yang dimiliki oleh manusia.
d. Kesalingtergantungan (interdependensi) umat manusia dengan alam semesta, termasuk dengan seluruh isinya sebagai satu kesatuan sistem.
e. Keterkaitan antara perilakuetis dengan tigkat kesdaran spiritual (Spiritual Quotient-SQ).
Hakikat Kebenaran yaitu untuk memahami mengapa berbagai disiplin ilmu dan teknologi tidak sepenuhnya mampu memahami misteri keberadaan alam semesta dan tidak lagi sepenuhnya dapat menjelaskan dan memecahkan berbagai permasalahan dunia saat ini. Dinyatakan oleh E.F.schumacher terdiri dari 4 kebenaran:
1. Kebenaran (hakikat) tentang ekstitensi (dunia / alam semesta )
2. Kebenaran tentang alat (tools) yang di pakai untuk memahami dunia.
3. Kebenaran tentang cara belajar tentang dunia.
4. Yang di maksud dengan hidup di dunia.
Contoh sederhana, untuk memahami 3 dimensi berbeda atas objek yang sama yaitu :
1. Dimesi fisik
2. Dimensi Etik
3. Dimensi estetik
Pendekatan Rasional mungkin efektif untuk memahami dimensi fisik, tetapi akan menjadi alat yang tidak sepenuhnya memadahi perilaku. Apalagi jika digunakan untuk memahami aspek keindahan (estetik), Tentu akan lebih salah kapra.
Filsafat, Agama, Etika, dan Hukum
Hakikat filsafat berassal dari 2 kata philo dan shopia. Philo berarti cinta Shopia bearti bijaksana. Karakteritik berfikir filsafat adalah sifatnya yang menyeluruh, sangat mendasar, dan spekulatif.
Theo Huijbers menjelaskan filsafat sebagai kegiatan intelektual yang metodis, sistematis, dan secara reflektif menangkap makna hakiki keseluruhan yang ada.
Objek filsafat bersifat universal Abdulkadir Muhammad menjelaskan filsafat dengan unsur-unsur sebagai berikut:
1. Kegiatan intelektual
2. Mencari makna yang hakiki
3. Segala fakata dan gejala
4. Dengan cara refleksi, methodis, sistematis
5. Untuk kebahagian manusia
Hakikat Agama
Rumusan agam berdasarkan unsur-unsur penting:
1. Hubungan manusia dengan sesuatu yang tak terbatas
2. Berisi pedoman tingkah laku
3. Untuk kebahagiaan manusia di dunia dan hidup kekal di akhirat
Setiap agama berisi ajaran dan pedoman tentang:
1. Tatwa, dogma, doktrin, filsafat tentang ketuhanan
2. Susia moral atau etika
3. Ritual, upacara, atau tata cara beribadah
4. Tujuan agama
Hakikat Etika
Etika berasal dari kata yunani ethos (bentuk tunggal) yang berarti tempat tinggal, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, watak, perasaan, sikap, dan cara berfikir. Moral berasal dari kata latin mos (bentuk tunggal) atau mores (bentuk jamak) yang berati adat istiadat, kebiasaan, kelakuan, watak, tabiat, akhlak, cara hidup.
Etika memiliki banyak arti namun setidaknya etika dapat di lihat dari 2 hal:
1. Etika sebagai praksis; sama dengan moral atau moralitas yang berarti ada istiadat, kebiasaan,nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam kelompok atau masyarakat.
2. Etika sebagai ilmu atau tata susila adalah pemikiran /penilaian moral.
Hakikat Nilai
Hakikat nilai bukan hal yang asing bagi kehidupan sehari-hari. Bagi setiap ibu rumah tanggayang berbelanja ke pasar tahu persis setiap barang yang di beli di pasar.
Hakikat nilai menurut Doni Koesoema A. mendifinisikan nilai sebagai kualitas suatu hal yang menjadikan hal itu dapat disukai, diinginkan, berguna, dan dihargai sehngga dapat menjadi semacam objek bagi kepentingan tertentu.
Menurut Fuad Farid Ismail dan Abdul Hamid Mutawalli merumuskan nilai sebagai standard atau ukuran norma yang digunakan untuk mengukur segala sesuatu.
Penjelasan tentang nilai ada 3 hal;
1. Nilai selalu dikaitkan dengan sesuatu
2. Ada bermacam-macam (kubus) nilai selain nilai uang (ekonomis) yang sudah cukup di kenal.
3. Gugus nilai itu membentuk semacam hierarki dari yang terendah sampai yang tertiggi
Paradigma Manusia Utuh
Berbagai konsep penting yang terkait dengan pembangunan manusia seutuhnya antara lain, karakter , kepribadian, kecerdasan, etika, gelombang otak, tujuan hidup, agama, dan meditasi.
Teori – Teori Etika
Beberapa teori etika dipengaruhi oleh;
1. Egoisme
2. Utilitarianisme
3. Diontologi
4. Teori hak
5. Teori keutamaan
6. Teori etika teonom
Lima Dimensi Bisnis
Persoalan mengenai etis-tidaknya suatu kegiatan bisnis dan ada-tidaknya hubungan antara tindakan bisnis dengan etika sempat menjadi isu perdebadatan, namun telah diuraikan oleh tingkat kesadaran "The Man Behind The Gun (The Business).
Bisnis akan dilihat dari 5 dimensi:
1. Dimensi ekonomi
2. Dimensi etika
3. Dimensi hukum
4. Dimensi sosial
5. Dimensi spiritual
· Dimensi ekonomi
Kegiatan produktif dengan memperoleh keuntungan.
· Dimensi etis
Aktifitas produktif dengan tujuan mencari keuntungan-sudah sangat jelas dan dipahami oleh semua pihak, dibagi menjadi 2 acuan pokok:
1. Dimensi etika adalah tinjauan kritis tentang baik suatu perilaku
2. Ukuran penilaian menggunakan 3 tingkat kesadaran,
yaitu kesadaran hewani, kesadaran spiritual dan kesadaran manusiawi.
· Dimensi Hukum
hukum dan etika sebenarnya mempunyai hubungan karena ke duanya mengatur
· Dimensi sosial
perusahaan saat ini berkembang menjadi sistem terbuka, di bagi menjadi beberapa unsur, yaitu : saling terhubung, saling berinteraksi, saling bergantung dan saling berkepentingan.
· Dimensi spiritual
keberadaan yang di perlukan untuk melayani kebutuhan masyarakat bila perusahaan di lihat dari dimensi sosial, dan di bagi menjadi beberapa paradigma :
1. pengola dan pemangku kepentingan menyadari bahwa kegiatan bisnis adalah bagian dari ibadah.
2. tujuan bisnis adalah untuk memajukan kesejahtraan semua pemangku kepentingan atau masyarakat.
3. dalam menjalankan aktivitas bisnis, pengelola mampu menjamin kelestarian alam
Prinsip dan Kode Etik
Prinsip - prinsip etika bisnis menurut Caux Round Table (dalam Alois A. Nugroho, 2001) :
1. Tanggung jawab bisnis
2. dampak ekonomis dan sosial dari bisnis: menuju inovasi, keadilan, dan komunitas dunia
3. perilaku bisnis: dari hukum yang tersurat kesemangat saling percaya
4. sikap menghormati aturan
5. dukungan bagi perdagangan multilateral
6. sikap hormat bagi lingkungan alam
7. menghindari operasi - operasi yang tidak etis
Prinsip etika bisnis menurut Sonny Keraf (1998) dibagi menjadi 5 pedoman yaitu:
1. Prinsip otonomi
2. Prinsip kejujuran
3. Prinsip keadilan
4. Prinsip saling menguntungkan
5. Prinsip intergritas moral
Paradigma Etika Lingkungan
Paradigma etika yang berpusat kepada Alois A. (2001) mengatakan bahwa antroposentrisme merupakan suatu pardigma dimana kepekaan dan kepedulian yang pada dasarnya beranggapan bahwa hanya manusia dari semua generasi - termasuk generasi-generasi yang belum lahir - yang dapat dianggap sebagai moral Patients sehubung dengan hal ini ada beberapa paradigma (cara pandangan atau pola pikir) yang berkembang dalam memahami etika dalam kaitannya dengan isu lingkungan hidup.
1. Etika kepentingan generasi mendatang, yang memandang bahwa suatu keputusan dan tindakan hendaknya jangan sampai memikirkan kepentingan umat manusia pada generasi saat ini saja tetapi juga kepentingan manusia pada generasi mendatang.
2. Etika lingkungan Biosentris, Yang memandang perilaku etis bukan saja dari sudut pandang manusia tetapi juga dari sudut pandang non manusia sebagai satu kesatuan sistem lingkungan
3. Etika ekosistem, Menganggap Sang Pencipta dan seluruh ciptaannya dan seluruh isinya, sistem tata surya, sistem galaksi, dan sistem jagat raya dianggap sebagai moral patients
Kode Etik di Tempat Kerja
Sampai saat ini, etika dibahas dan dipahami pada tingkat Etika umum (etika sebagai proses penalaran yang mengkaji pengertian, teori, prinsip-prinsip atau kaidah-kaidah tentang baik buruknya prilaku manusia secara umum) dan Etika bisnis (suatu etika terapan yang mengkaji penerapan etika umum dalam menjalankan bisnis oleh para pelaku bisnis - stakeholder).
Oleh karena itu, walaupun ada kode etik yang berlaku umum dalam setiap fungsi dan jenjang jabatn tertentu, tetap saja dalam masing masing fungsi / jabatan tersebut berlaku isu isu etika yang spesifik
Kode Etik Sumber Daya Manusia
Dilihat dari sejarah perkembangannya A.M Lilik Agung (2007) mencatat ada 4 peran yang melekat pada departemen SDM yaitu:
1. Peran administratif yaitu suatu peran awal / tradisional dimana peran departemen SDM hanya pada seputar perekrutan karyawan dan memelihara cacatan gaji serta data karyawan.
2. Peran kontribusi yaitu suatu peran yang menekankan pada kepentingan produktifitas, loyalitas dan lingkungan kerja karyawan.
3. Peran Agen perubahan yaitu suatu peran dimana departemen SDM berfungsi sebagai agen perubahan
4. Peran Mitra strategis pada peran ini departemen SDM dilibatkan dalam merumuskan berbagai kebijakan bisnis yang bersifat strategis, terutama agar departemen SDM dapat melaksanakan program penyelarasan atara kepentingan bisnis dan kepentingan individual karyawan
No comments:
Post a Comment